RSUD Majene Buka Peluang Dokter Spesialisnya yang Ingin Jadi Dosen di Kedokteran Unsulbar

Direktur RSUD Majene, Dr. Hj. Yupie Handayani, M.Kes. (foto : ist)

POINSEMBILAN.COM-MAJENE, Pembukaan Ilmu Kedokteran pada Fakultas Kesehatan Unsulbar semakin dekat. Tentunya juga berhubungan erat dengan type rumah sakit Umum Daerah Majene yang saat ini masih berstatus type C dan sedang diperjuangkan untuk bisa menjadi type B

Hal ini karena keberadaan RSUD yang Type B dapat menunjang pendidikan kedokteran Unsulbar nantinya.

Direktur RSUD Majene, Dr. Hj. Yupie Handayani, M.Kes yang dihubungi Kamis (11/11/2021) mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah. “Termasuk kemarin sudah melakukan kaji banding untuk peningkatan dari RS type C ke RS type B di dua rumah sakit di Sulsel, yaitu RS Haji Makassar dan RS Syekh Yusuf Gowa bersama komisi 3 DPRD Majene,” ujarnya.

Dr. Yupie menjelaskan, untuk kesiapan RSUD Majene, aturannya dari type C ke type B, harus 200 tempat tidur. “Alhamdulillah kita sudah di ranah 181 tempat tidur. Kemudian SDM nya. Ini SDM nya yang jadi permasalahan, dan itu sudah disampaikan secara lisan ke pak wakil. Nanti kami menghadap dulu ke pak bupati dan pak wabup bahwa kami RS Majene, terkait SDM, memang mengalami kendala, karena dokter spesialis yang ada di RS Majene, belum terpenuhi semua fasilitasnya,” ujarnya.

Mantan Kepala Puskesmas Banggae I ini juga membeberkan, dokter spesialis di RSUD Majene masih banyak yang belum dapat mobil dinas dan rumah dinas. “Memang waktu kami di RS Syekh Yusuf dan RS Haji, memang ditanya juga, terkait insentif. “Di RS Haji itu (dokter ahlinya) tidak dapat insentif, tidak dapat mobil dinas. Tapi beda, kita kan di daerah, bukan di kota,” tambahnya.

Bukan cuma itu, dr. Yupie juga menjelaskan, kalau misalnya dosen kedokteran Unsulbar didatangkan luar Sulbar. “Itu terkait kebijakan dari Unsulbar sendiri, seperti apa. Yang jelas kemarin surat dari Unsulbar terkait permintaan atau kesediaan dokter-dokter untuk menjadi dosen itu sudah kami tindak lanjuti ke komite medik bahwa ada peluang seperti ini,” jelasnya.

Selain itu, dr. Yupie mengatakan, kesiapan dokter itu juga tergantung dari dokter masing-masing. “Yang jelas kami membuka peluang saja bagi dokter spesialis yang ingin juga menjadi dosen,” tambahnya.

Bagi dokter spesialis yang ingin jadi dosen, lanjut dr. Yupie, tidak ada masalah bagi Unsulbar soal tempatnya bekerja masih berstatus RS type C. “Cuma RS Majene saja sebagai rumah sakit pendidikan, harus memenuhi persyaratan. Seperti ijin dari provinsi. Kalau type B yang beri izin itu provinsi, kalau type C bupati yang beri izin. Kalau type A, kemenkes yang mengeluarkan izin,” pungkasnya. (Satriawan)