Mewakili Menkumham, Bupati AST Serahkan Puluhan Remisi kepada Napi di HUT RI ke-79

Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele mewakil Menkumham RI seusai menyerahkan secara simbolis remisi kepada 78 Napi di Rutan Kelas II B Majene, Sabtu 17 Agustus 2024. Foto; Ist

MAJENE — Melalui Bupati Majene, Andi Achmad Syukri Tammalele Menteri Hukum & Hak Asasi Manusia (Menkumham) RI memberikan remisi umum kepada sedikitnya 78 narapidana (Napi) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas II B Majene usai upacara bendera Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-79, Sabtu (17/8/2024).

Penyerahan remisi secara simbolis itu turut dihadiri Wakil Bupati Majene Arismunandar, Ketua DPRD Majene, Salmawati Djamado, Sekretaris Daerah Kabupaten Majene, Ardiansyah, Unsur Forkopimda Kabupaten Majene dan pimpinan OPD lingkup Pemkab Majene.

Dalam amanah seragam Menkumham yang dibacakan oleh AST sapaan akrab Andi Achmad Syukri Tammalele, menyebut melalui perayaan HUT RI ke-79 pemerintah memberikan apresiasi kepada warga binaan yang berperilaku baik selama dibina.

“Remisi merupakan hak warga binaan untuk mendapatkan pengurangan masa tahanan yang telah dijalani. Hal ini diatur dalam pasal 14 ayat (1) Undang-undang Nomor 12 tahun 1995 tentang Permasyarakatan,” ungkap AST.

Dikatakan, remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem permasyarakatan.

“Remisi diberikan sebagai wujud apresiasi pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap dan perilaku sehari -hari. Perbaikan itu, tercermin dari sikap warga binaan yang taat selama menjalani pidana, lebih disiplin, lebih produktif, dan dimamis. Selamat ya,” pungkas AST.

Pada kesempatan sama, Kepala Rutan Kelas II B Majene, Syahruddin merinci, dari 78 orang yang penerima remisi, 12 orang diantaranya menerima remisi pengurangan masa tahanan sebulan, 31 orang diberi remisi dua bulan, 21 orang menerima remisi tiga bulan, delapan orang mendapatkan remisi empat bulan, enam orang menerima remisi lima bulan dan satu orang diberi remisi langsung bebas.

“Semua tahanan di Rutan Majene semuanya adakah laki-laki. Tak ada lagi tahanan perempuan karena mereka sudah punya Lapas tersendiri di Kabupaten Mamuju,” bebernya.

Tak lupa ia berterima kasih kepada Pemkab Majene yang telah membangun kerjasama kolaboratif selama ini.

(*)