Bantaeng – Upaya pencegahan stunting sejak usia dini digencarkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah melalui sosialisasi Gerakan Gemar Makan Ikan (GEMARI) di TK Melati, Desa Bonto Majannang, Kecamatan Sinoa, Kabupaten Bantaeng.
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat tersebut digelar pada Kamis, 15 Januari 2026, dan diikuti oleh siswa TK Melati bersama orang tua mereka.
Sosialisasi GEMARI bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi ikan sebagai sumber protein hewani dalam mencegah stunting pada anak sejak usia dini.
Selain penyampaian materi, mahasiswa KKN juga memperkenalkan diversifikasi olahan ikan kepada para orang tua siswa sebagai upaya meningkatkan minat anak mengonsumsi ikan.
Penginisiasi kegiatan, Andi Angie Septriasa, mahasiswa Program Studi Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, mengatakan program GEMARI dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan selama sekitar tujuh hari di Desa Bonto Majannang.
“Dari hasil observasi, kami menemukan masih terdapat anak-anak dengan pertumbuhan di bawah rata-rata usianya. Selain itu, minat anak untuk mengonsumsi ikan juga masih tergolong rendah,” ungkap Andi Angie, Kamis (22/1/2026).
Menurut Andi Angie, meskipun Desa Bonto Majannang berada di wilayah dataran tinggi, potensi pangan lokal, termasuk ikan, tetap dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai sumber gizi keluarga.
Ia menjelaskan, ikan merupakan sumber protein hewani berkualitas tinggi yang kaya asam lemak omega-3, vitamin D, vitamin B12, kalsium, fosfor, dan zat besi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Konsumsi ikan secara rutin sejak dini dapat membantu mencegah stunting, meningkatkan daya tahan tubuh, serta mendukung perkembangan kecerdasan anak,” jelasnya.
Melalui sosialisasi GEMARI, mahasiswa KKN berharap masyarakat dapat memahami pentingnya konsumsi ikan secara rutin, memanfaatkan pangan lokal, serta menerapkan pola makan sehat dan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
“Pencegahan stunting akan lebih efektif jika dimulai sejak usia TK sebagai masa emas pertumbuhan anak,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi secara interaktif kepada siswa dan orang tua mengenai manfaat ikan bagi kesehatan.
Selain itu, digelar pula praktik pengolahan produk berbahan dasar ikan, mulai dari pengenalan bahan baku hingga proses pembuatan produk siap konsumsi. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah, memperpanjang masa simpan, serta memperkaya keanekaragaman pangan keluarga.
“Praktik pengolahan yang kami lakukan berupa pembuatan kimbab ikan tuna yang dikemas secara praktis dan menarik bagi anak-anak,” terangnya.
Vinalia, salah seorang orang tua siswa mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru dalam mengolah makanan berbahan ikan di rumah.
“Anak saya sering menolak makanan berbahan ikan. Dengan olahan kimbab ikan tuna ini, kami jadi punya ide baru agar anak lebih tertarik mengonsumsi ikan,” tuturnya.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan konsumsi ikan di Desa Bonto Majannang sekaligus mendukung program Pemerintah Kabupaten Bantaeng dalam menurunkan angka stunting. (*)













