MAJENE — Menghalau infeksi Polio sebagai penyebab kelumpuhan terhadap anak usia dibawah lima tahun, pemerintah Republik Indonesia mencanangkan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dimulai pada Selasa 23 Juli 2024.
Memastikan kegiatan berjalan sesuai harapan, Bupati Majene Andi Achmad Syukri Tammalele beserta Nyonya Hj Najma Bachyit Fattah mendatangi Puskemas Lembang di Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.
Menurut Bupati Majene, berdasarkan data yang ada, satu dari 200 infeksi Polio menyebabkan kelumpuhan permanen. Di antara mereka yang mengalami kelumpuhan, 5–10% meninggal karena mengalami kegagalan pernapasan.
“Gambaran klinisnya yaitu kelumpuhan dan penyakit ini menular. Selama masih ada satu anak yang terinfeksi, anak-anak di semua wilayah berisiko tertular polio. Untuk memutus mata rantai penularan kasus maka dilaksanakanlah Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio,” ungkap AST sapaan akrab Andi Achmad Syukri Tammalele.
Kendatipun belum ada kasus di Kabupaten Majene, namun pihaknya berharap agar masyarakat tidak mengabaikan kegiatan ini.
Sebab kata dia, lebih baik mencegah dari pada mengobati. “Mari kita beri imun kepada anak-anak kita supaya terhindar dari infeksi yang mematikan ini,” ajak AST dan diamini oleh Nyonya Hj Najma Bachyit Fattah.
(*)
Bupati Majene beserta Nyonya Pantau Pelaksana PIN di Puskesmas Lembang














