Buku Biografi Alm Komandan Frans Karangan Diapresiasi Sejumlah Tokoh Masyarakat Toraja

POINSEMBILAN.COM-TORAJA UTARA, Buku biografi seorang tokoh perjuangan asal Toraja Alm. Mesach Frans Karangan atau yang akrab disapa Komandan Frans Karangan dengan judul Komandan Frans Karangan Dalam Gejolak Sejarah telah dilaunching pada Rabu 26 Maret 2021 dan sejumlah tokoh masyarakat Toraja mengapresiasi penerbitan buku tersebut.

Dimana dalam buku tersebut beberkan tentang perjalanan hidup sang Komandan Frans Karangan yang merupakan pensiunan Tentara Nasioanl Indonesia Angkatan Darat (TNI AD), dengan jabatan terakhir sebagai asisten Kepala Staf Angkatan Darat atau KASAD 1977-1982, dan tutup usia pada tahun 1994.

Baca juga  230 Pendidik Berbagai Provinsi Ikut Latihan Kepemimpinan di Maros

Menurut salah satu tokoh masyarakat Toraja, Prof. Jonthan L. Parapak kepada media bahwa dengan adanya buku ini akan menjadi salah satu catatan penting yang perlu dibaca bukan hanya oleh generasi muda Toraja tetapi juga oleh generasi yang pernah merasakan apa yang diceritakan dalam buku ini.

Senada dengan itu penasihat penerbitan buku ini, Irjen Pol Mathius Salempang mengatakan bahwa buku ini ditulis secara ilmiah dengan menampilkan berbagai arsip dan fakta sejarah selama ini mungkin jarang diketahui oleh banyak orang menjadi menilai plus dari buku biografi tersebut karena saat ini hal sangat susah untuk mencari arsip-arsip sejarah apalagi di tengah pandemi covid-19.

Baca juga  RSUD Majene Buka Peluang Dokter Spesialisnya yang Ingin Jadi Dosen di Kedokteran Unsulbar

“Buku ini benar-benar runtut dan tidak pakai katanya. Ada banyak hal yang baru saya ketahui setelah membaca buku ini,” pungkas Mathius Salempang.

Sementara itu menurut penulis buku, Sili Suli mengatakan bahwa buku ini bisa terbit semata-mata atas berkat dan perkenan Tuhan semata melalui dukungan banyak pihak.

Baca juga  Satu Guru PNS di TK Al-Jihad Soreang Layani 120 Siswa. Kepsek: Kami Butuh PNS

“Proses penyusunan buku ini memakan waktu hampir dua tahun karena dilakukan sebelum pandemi covid-19 dan baru terbit pada bulan Maret 2021. Dan proses pengumpulan informasi dengan pihak-pihak yang terkait membutuhkan perjuangan ekstra. Namun puji syukur buku ini bisa rampung dan bisa diterbitkan, “ ungkap Sili Suli.

Medy