Berpura-pura Tanyakan Dukun, Pelaku Hipnotis di Palipi Soreang Embat Kalung Emas 10 Gram

Ilustrasi kasus hipnotis. (foto : kompas.com)

POINSEMBILAN.COM-MAJENE, Kasus hipnotis kembali terjadi di desa Palipi Soreang Kecamatan Banggae Kabupaten Majene. Kali ini menimpa seorang pensiunan guru, Hj. Saodah (75) yang beralamat di dusun Soreang, Rabu (13/10/2021) sekira pukul 10.00 pagi.

Keluarga korban, Sulaiman menceritakan, awalnya pelaku hipnotis berpura-pura bertanya kepada korban. “Naik motor yamaha, orangnya gemuk-gemuk agak pendek, singgah dan pura-pura bertanya dimana ada dukun patah tulang (sando reppo),” ungkap Sulaiman.

Baca juga  Momen Indah Buka Puasa Bersama WBP Lapas IIA Parepare Dalam Kebersamaan Berkah Ramadhan 1446 H.

Setelah bertanya, lanjut Sulaiman, pelaku kemudian berpura-pura ingin minum dan ingin melihat-lihat aura rumah korban Hj. Saodah. Tak menaruh curiga, korban kemudian mempersilahkan pelaku untuk naik diatas rumah untuk minum.

“Setelah itu, pelaku minta timah dan ceret air untuk rendam timah sambil ingin menjampi-jampi,” tuturnya lagi.

Karena tak ada timah, pelaku kemudian melihat ada emas di leher korban dan memintanya untuk pengganti timah yang akan direndam di dalam air.

Baca juga  Oknum ASN Dinsos Majene Akhirnya Ditetapkan tersangka Dugaan Pelecehan Seksual

Korban karena terhipnotis, menurut saja permintaan pelaku. “10 gram kalung emas berhasil diambil. Kayaknya waktu pelaku memasukkan emas di ceret, tidak dimasukkan betul, tapi dikantongi,” ujar Sulaiman menceritakan apa yang diceritakan korban.

Setelah itu, pelaku pura-pura mencari korek api di luar dan ditunggu-tunggu pelaku tak kembali lagi. “Korban periksa kalung emasnya di ceret, sudah tidak ada, hilangki,” tuturnya.

Baca juga  Kurang dari 1x24 jam Polres Majene Berhasil Amankan Pelaku Penganiayaan Ketua Koperasi

Berdasarkan pengakuan Sulaiman, peristiwa yang menimpa Hj. Saodah adalah peristiwa hipnotis yang ketiga yang terjadi beberapa bulan terakhir. “Ini sudah sangat meresahkan, ini sudah tiga kali terjadi di Soreang, empat bulan lalu ada juga korban di soreang, semua hilang emasnya, kayaknya ini orang yang sama,” tuturnya. (em)