Daerah  

Biro PBJ Setda Sulbar Buka Market Sounding, Penyedia ATK Disiapkan Sambut Konsolidasi 2027

Biro PBJ Setda Sulbar Buka Market Sounding,

MAMUJU – Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Barat melaksanakan market sounding pengadaan konsolidasi Alat Tulis Kantor (ATK) lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Rabu, 30 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut diikuti para penyedia ATK di Sulawesi Barat sebagai bagian dari tahapan persiapan menuju pelaksanaan konsolidasi ATK Tahun Anggaran 2027.

Langkah ini sejalan dengan misi kelima Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yaitu “Memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan akuntabel, serta mewujudkan pelayanan dasar yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.” Melalui konsolidasi pengadaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong proses belanja yang lebih terencana, efisien, transparan, serta mampu mempertemukan kebutuhan pemerintah dengan kapasitas pasar secara proporsional.

Baca juga  Kadis ESDM Sulbar Dampingi Sekda Terima Kunjungan Manager PLN UP3 Mamuju Bahas Pemadaman Bergilir

Dalam kegiatan tersebut, perwakilan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Sari Melani, Ahli Madya Analisis Kebijakan Direktorat Advokasi Pemerintah Daerah LKPP, memberikan pemahaman kepada para penyedia mengenai konsep dan tahapan konsolidasi ATK. Para penyedia juga memperoleh gambaran mengenai hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk dapat mengikuti proses konsolidasi, sehingga pelaku usaha memiliki pemahaman yang lebih baik terhadap kebutuhan dan mekanisme pengadaan yang akan dilaksanakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat.

Baca juga  Dinas Perkebunan Sulbar Gelar Bimtek Analisa Kebutuhan Pelatihan dan Sosialisasi Program SDM Perkebunan

Kepala Biro PBJ Setda Provinsi Sulawesi Barat, M. Yamin Saleh, menyampaikan bahwa market sounding menjadi bagian penting untuk memperoleh gambaran kondisi dan kesiapan pasar sebelum konsolidasi dilaksanakan.

“Kami ingin memastikan proses konsolidasi dipersiapkan dengan melihat kebutuhan pemerintah sekaligus kondisi penyedia di daerah. Karena itu, masukan dari penyedia menjadi penting agar skema yang disusun nantinya dapat dilaksanakan dengan baik dan tetap memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk berpartisipasi,” ujarnya.

Baca juga  Korban Kejahatan 0,3 Persen, Sulbar Provinsi Teraman Kedua di Indonesia

Melalui market sounding ini, Biro PBJ memperkuat komunikasi dengan pelaku usaha sekaligus membangun pemahaman bersama mengenai arah konsolidasi ATK. Hasil penjajakan pasar tersebut selanjutnya menjadi salah satu bahan dalam pematangan tahapan konsolidasi ATK tingkat Provinsi Sulawesi Barat menuju pelaksanaan pada Tahun Anggaran 2027.