MAMUJU – RSUD Provinsi Sulawesi Barat kembali melaksanakan Kajian Islam Bulanan sebagai bagian dari upaya penguatan nilai spiritual, integritas, dan karakter bagi seluruh jajaran rumah sakit. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 2 Oktober 2026, bertempat di Masjid Jamiatul Syifaa Maghfirah RSUD Provinsi Sulawesi Barat.
Kajian yang mengangkat tema “Saat Amanah Menjadi Saksi” tersebut menghadirkan Ust. H. Samsul Alam, sebagai pemateri. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bagi insan RSUD Provinsi Sulbar untuk memahami kembali makna amanah, tanggung jawab, serta pentingnya membangun kesadaran diri dalam menjalankan tugas dan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan tersebut juga sejalan dengan arah pembangunan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melalui Panca Daya, khususnya pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter.
Panca Daya menempatkan pembangunan SDM unggul dan berkarakter sebagai salah satu arah utama pembangunan Sulawesi Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka.
Dalam kajiannya, Ust. H. Samsul Alam menyampaikan bahwa tema “Saat Amanah Menjadi Saksi” pada dasarnya mengajak setiap individu untuk membangun kesadaran dari dalam diri, bukan semata-mata karena adanya aturan atau pengawasan dari luar.
“Yang perlu kita pertanyakan kepada diri kita adalah, apakah kita mau berusaha menjadi orang yang memberikan kesadaran kepada orang lain, atau justru menghadirkan kesadaran itu terlebih dahulu dalam pribadi kita sendiri. Karena perubahan yang paling kuat dimulai dari kesadaran diri,” ujarnya.
Ia juga mengajak peserta untuk melihat bagaimana aturan, tekanan, dan lingkungan kerja dapat mempengaruhi cara seseorang berpikir dan bertindak. Menurutnya, semakin banyak aturan belum tentu secara otomatis menghilangkan pelanggaran apabila tidak dibarengi dengan kesadaran pribadi.
“Semakin banyak aturan, semakin banyak pula peluang terjadinya pelanggaran apabila aturan tersebut tidak diikuti kesadaran. Begitu pula ketika seseorang semakin tertekan dalam dunia kerja, pola pikir dan kreativitasnya dapat semakin menyempit. Karena itu, yang perlu dibangun bukan hanya kepatuhan terhadap aturan, tetapi juga kesadaran, tanggung jawab, dan keikhlasan dalam menjalankan amanah,” jelasnya.
Pesan tersebut memiliki relevansi kuat dengan lingkungan rumah sakit yang menuntut setiap insan untuk bekerja secara profesional sekaligus menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Amanah dalam pelayanan kesehatan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas, tetapi juga menyangkut kepercayaan pasien, keluarga pasien, masyarakat, serta tanggung jawab moral dalam memberikan pelayanan.
Direktur RSUD Provinsi Sulawesi Barat, dr. Musadri Amir Abdullah, mengatakan bahwa kajian Islam bulanan menjadi salah satu upaya untuk memperkuat karakter dan integritas SDM rumah sakit.
“Amanah bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang kesadaran dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan. Kami berharap nilai-nilai yang diperoleh melalui kajian ini dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari, sehingga terwujud SDM RSUD Provinsi Sulbar yang unggul, berkarakter, dan berintegritas,” ujar dr. Musadri.
#RSUDProvSulbar#KajianIslamBulanan#SaatAmanahMenjadiSaksi#SDMUnggulDanBerkarakter#PancaDaya













