Daerah  

Wujudkan Desa Tangguh Bencana, BPBD Sulbar Tekankan Peran Strategis Ibu Rumah Tangga

MAMUJU— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus mendorong penguatan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan ketangguhan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana.

Kalaksa BPBD Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah menegaskan bahwa keberhasilan DESTANA tidak hanya bergantung pada pemerintah dan petugas kebencanaan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh unsur masyarakat, termasuk kaum perempuan, khususnya para ibu.

Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka yang menekankan pentingnya membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi bencana melalui penguatan kapasitas di tingkat keluarga dan desa.

Baca juga  Penasahet Kapolri Bidang HAM Apresiasi Kinerja Pj Gubernur Sulbar Prof Zudan

“Ibu memiliki peran strategis dalam membangun ketangguhan bencana karena keluarga merupakan lingkungan pertama dalam memberikan pendidikan dan kesiapsiagaan kepada anggota keluarga,” ujar Yasir Fattah di ruang kerjanya, Senin 7 September 2026.

Yasir Fattah menjelaskan, dalam lingkungan keluarga, ibu memiliki peran penting sebagai pendidik utama dalam kesiapsiagaan bencana. Ibu dapat mengenalkan kepada anak-anak mengenai berbagai potensi bahaya bencana di lingkungan tempat tinggal, cara menyelamatkan diri, serta menentukan jalur dan titik evakuasi yang aman.

Baca juga  BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Pelajar melalui Simulasi Tanggap Bencana di MTs Ainun Sahab Landi

Selain itu, ibu juga berperan memastikan keluarga memiliki tas siaga bencana, yang berisi kebutuhan penting untuk menghadapi kondisi darurat, seperti air minum, makanan, obat-obatan, dokumen penting, senter, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.

“Ketangguhan keluarga dimulai dari rumah. Ketika ibu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana, maka pengetahuan tersebut akan menjadi kekuatan bagi seluruh anggota keluarga,” jelasnya.

Baca juga  10 Capim Baznas Majene periode 2022-2026 Jalani Tes Tertulis

“Tidak hanya di dalam keluarga, peran ibu juga sangat penting dalam lingkungan masyarakat. Melalui organisasi dan kelompok masyarakat seperti PKK, Posyandu, kelompok perempuan, serta komunitas desa, para ibu dapat menjadi penggerak dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi kebencanaan,” tutup Yasir Fattah.