Daerah  

BPBD Sulbar Perkuat Kesiapsiagaan Pelajar melalui Simulasi Tanggap Bencana di MTs Ainun Sahab Landi

BPBD Sulbar

MAMUJU — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat terus memperkuat budaya kesiapsiagaan bencana di lingkungan pendidikan. Hal tersebut diwujudkan melalui kegiatan simulasi tanggap bencana dan pengenalan sistem evakuasi di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Ainun Sahab Landi, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju, Senin 24 Agustus 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya BPBD Provinsi Sulawesi Barat dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peserta didik, dalam menghadapi potensi bencana sejak dini.

Baca juga  Dua Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Majene Dilantik

Langkah tersebut sejalan dengan arahan Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka agar penguatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana terus dilakukan secara nyata hingga ke tingkat masyarakat dan satuan pendidikan.

Dalam kegiatan tersebut, BPBD Provinsi Sulawesi Barat memberikan pengenalan mengenai sistem evakuasi, termasuk pemahaman terhadap jalur evakuasi, titik berkumpul, serta langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana.

Baca juga  DPMPTSP Sulbar Siap Kolaborasi dan Beri Dukungan Sukseskan Peringatan HUT ke-81 RI dan Hari Jadi Sulawesi Barat ke-22

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Barat Muhammad Yasir Fattah mengatakan bahwa sekolah merupakan salah satu lingkungan strategis dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

“Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini. Melalui simulasi seperti ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga belajar bagaimana menyelamatkan diri, mengenali jalur evakuasi, serta memahami langkah yang harus dilakukan ketika terjadi bencana,” ujar Yasir Fattah.

Baca juga  Festival Pangan Lokal Sulbar Digelar di Assamalewuang

Menurut Yasir Fattah, edukasi kebencanaan di sekolah sangat penting karena peserta didik dapat menjadi agen perubahan yang turut menyebarluaskan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya.

“Anak-anak adalah bagian penting dari upaya membangun ketangguhan masyarakat. Ketika mereka memahami apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana, mereka dapat membantu dirinya sendiri dan mengingatkan keluarga maupun orang di sekitarnya,” tutup Yasir Fattah.