MAMUJU – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Provinsi Sulawesi Barat melalui Tim Kerja Kesehatan Lingkungan bersama Tim Kerja Gizi menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi Penanganan Kerawanan Pangan dan Gizi dalam rangka Optimalisasi Peran Satuan Tugas Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Sulawesi Barat, yang digelar di Rangas Beach, Mamuju, Jumat 31 Juli 2026.
Kegiatan ini sejalan dengan visi Gubernur Sulawesi Barat, Suhardi Duka, yaitu “Sulawesi Barat Maju dan Sejahtera”, melalui penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas gizi masyarakat, dan percepatan pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas. Sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif, aman, dan tepat sasaran.
Rapat koordinasi diselenggarakan oleh Satuan Tugas Program Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Sulawesi Barat yang dikoordinasikan oleh Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat. Kegiatan dihadiri oleh berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang tergabung dalam Satgas MBG, instansi terkait, serta unsur media, termasuk RRI Mamuju, sebagai mitra strategis dalam mendukung penyebarluasan informasi kepada masyarakat.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Sulawesi Barat, Suyuti Marzuki. Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh anggota Satgas MBG dalam mengatasi kerawanan pangan dan gizi serta memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar, mulai dari aspek keamanan pangan, kualitas gizi, hingga tata kelola pelaksanaannya.
Kepala DKPPKB Provinsi Sulawesi Barat, dr. Nursyamsi Rahim, secara terpisah menyatakan bahwa DKPPKB Sulbar berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis melalui penguatan aspek kesehatan lingkungan, keamanan pangan, dan pemenuhan gizi.
“Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, tetapi juga harus menjamin kualitas gizi, keamanan pangan, dan kesehatan lingkungan. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mendukung lahirnya generasi Sulawesi Barat yang sehat, cerdas, dan produktif,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh anggota Satgas MBG diharapkan memiliki persepsi dan langkah kerja yang selaras dalam mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Sulawesi Barat. Sinergi antara pemerintah daerah, lintas OPD, dunia usaha, dan media diharapkan semakin memperkuat keberhasilan program sebagai salah satu upaya strategis meningkatkan ketahanan pangan, status gizi masyarakat, dan kualitas sumber daya manusia di Sulawesi Barat.













