Intervensi Stunting Tahun 2022, Dinas PUPR Majene Gelontorkan Anggaran Rp 2,8 Miliar Lebih

Wakil Bupati Majene Arismunandar, saat pelaksanaan audit kasus stunting Majene di ruang pola kantor bupati Majene. (Foto: ist)

MAJENE, Wujud keseriusan pemerintah Kabupaten Majene untuk menekan angka stunting di Majene cukup serius.

Hal ini dibuktikan pada tahun 2022 ini, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Majene, melalui kegiatan pembangunan infrastruktur pada lokus stunting 2022 di Bidang Cipta Karya, telah menggelontorkan anggaran Senilai Rp 2,8 miliar lebih yang bersumber dari dana DAU dan DAK.

Menurut Sekretaris Dinas PUPR Majene, Inayati Salam, Rabu (21/12/2022), anggaran sebesar itu diperuntukkan untuk pembangunan Sanitasi dan air bersih di 20 desa dan Kelurahan di Kabupaten Majene.

Baca juga  Penanganan Pasca Banjir di Majene, Kabid dan Sekretaris Dinas PUPR Majene Hadiri Undangan Bupati

20 Desa dan kelurahan yang menjadi intervensi dinas PUPR Majene tersebut yakni di kecamatan Banggae ada kelurahan Pangaliali, Rangas, Totoli, Banggae, Baru dan Desa Palipi Soreang.

Baca juga  Program Kotaku Dinas PUPR Majene Membuat Rangas Semakin Indah

Untuk Banggae Timur, ada kelurahan Baurung.

Untuk Kecamatan Pamboang, ada deaa Bonde Utara, Banua Adolang, Adolang Dhua, Betteng dan Adolang.

Di Kecamatan Sendana, ada Kelurahan Tallubanua Utara, Mosso dan Pundau.

Di Kecamatan Tubo, ada Desa Tubo dan Tubo Poang. Dan terakhir di Kecamatan Malunda ada desa Salutahungan dan Lombong.

Baca juga  DPRD Majene Gelar RDP Bahas Rencana Pilkades Serentak 2023

Dari 20 Desa dan kelurahan itu, lanjut mantan sekretaris Balitbang itu, ada dua item pokok kegiatan, yakni pembangunan tangki septiktank untuk 50 KK di setiap desa dan Kelurahan, serta pengadaan sarana air bersih.

Dampak dari intervensi itu, lanjut Puang Ina, sapaan akrab Inayati Salam, angka stunting di Majene semakin berkurang. (*)