MAJENE, Rumah Sakit Umum Daerah Majene semakin serius mengembangkan diri dengan memanjakan pasien yang hendak berobat di Poliklinik RSUD Majene.
Hal itu berdasarkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) yang dalam waktu dekat ini akan diberlakukan di RSUD Majene.
Sekadar diketahui, salah satu aplikasi unggulan SIM RS adalah sistem antrian online bagi pasien yang hendak berobat jalan di Poliklinik RS. Pasien bisa antri di rumah dan mengetahui siapa dokter yang akan memeriksanya.
Salah satu tim IT RSUD Majene, Ikram yang dihubungi, Rabu (16/3/2022) mengatakan, rencananya, Pengembangan dan pelatihan akan dilaksanakan Kamis atau Jumat besok. “Tim yang akan melatih kami, secara teknis dan sistem. Untuk ujicoba tahap awal ini, dilakukan untuk meng update ke versi terbaru SIM RS. Sementara kelebihan SIM RS ini sendiri adalah antrian akan lebih dipermudah. Misalnya saya mengantri dari rumah mendaftar jam 7.00, untuk mengambil antrian itu, saya tahu kapan harus datang ke RS terus dokternya siapa yang menangani, kemudian saya harus kemana. Itu semuanya sudah jelas. Analoginya begini, yang tadinya prosesnya 3 tahap menjadi 1 tahap, itu sangat dipermudah,” urainya


Ikram menjelaskan, Progres yang berjalan sekarang di RSUD Majene, SIM RS ini sudah di tahap pengembangan meliputi bridging dengan BPJS bridging dengan kementrian. “Juga melengkapi data data yang kemarin belum termasuk di menu terbaru, itu data covid dan lain lain. Karena di tahap implementasi awal kemarin, semua menu ini belum ada, nanti ada di versi terbaru yang dikeluarkan oleh kementerian bekerja sama dengan BPJS. Aplikasi yang kami jalankan ini, beda dengan yang dijalankan dengan kementerian. Aplikasi yang kami jalankan ini modelnya simpel,” ungkapnya.


simpel, menurut Ikram, maksudnya aplikasi yang advance lebih kompleks dibanding aplikasi standar ini. “Yang di tempat lain itu lebih kompleks, makanya butuh proses kemarin. Sistem sudah berjalan tapi kendalanya, datanya tidak lengkap,” lanjutnya.
Ikram juga mengatakan, sekarang mau tidak mau harus masuk di tahap pengembangan. “Sebenarnya kalau dibilang siap, data kemarin saja itu belum lengkap, tapi mau tidak mau harus masuk ditahap pengembangan karena desakan juga dari BPJS, desakan dari yankes kementerian juga. Semua itu mau tidak mau kita penuhi tuntutan mereka. Kendala inilah yang menyebabkan kenapa SIM RS baru bisa berjalan di awal tahun 2022,” urainya. (satriawan)













