Seorang Warga Lembang-lembang Diduga Hanyut di Sungai Mandar

Ismail, saudara kandung Kallumu saat memperlihatkan sarung yang terakhir dipakai Kallumu.

POINSEMBILAN.COM-POLMAN, Sulemana alias Kallumu (63 tahun) diperkirakan hanyut di sungai Mandar dini hari, Senin (11/01/2021), sekitar jam 05 subuh. Sulemana dipekirakan ke sungai sesudah melakukan sholat subuh di rumahnya, kemudian melaksanakan buang hajat yang sudah menjadi kebiasaannya sesudah sholat subuh.

Ismail, kepala dusun Benua Baru, yang juga saudara kandung korban, saat ditemui di ruang kantor desa Lembang Lembang mengungkapkan, korban Sulemana yang tinggal di rumah Maisah, saudara kandungnya juga, mengatakan, Sulemana turun dari rumah tidak ada yang lihat. “Setelah pagi sampai siang Kallumu belum pulang pulang kerumah, sampai kami ambil inisiatif pergi orang pintar matanda arus atau melihat lihat tapi bermacam macam pendapat kami dapatkan, jadi kami belum ambil kesimpulan,” ujarnya.

Babinsa dan bhabinkantibmas, kepala desa dan masyarakat saat membicarakan proses pencarian Kallumu.

Setelah hari aDelasa jam 09.00, informasi kami terima, salah satu warga kelurahan Limboro yang tidak ditahu namanya, melihat kepala seseorang berambut putih melintas atau dihanyutkan air jam 06 subuh, saat itu air sungai Mandar meluap sangat tinggi dan deras. “Meyakinkan kami lagi saat sarung korban kami temukan di pinggir sungai yang dipakai korban turun dari rumah. Jadi kami sebagai keluarga mengambil kesimpulan bahwa itu saudara kami bernama Sulemana,” ujarnya.

Saat itupun Ismail saudara kandung Kallumu melapor ke kapala desa Muh. Afdal Nur SH dan menghubungi Camat Limboro Haidir. “Kami juga melapor ke polsek Tinambung yang diterima Kapolsek Tinambung IPTU Rustam Abd Gani SH yang didampingi babinkantibmas, Briptu Muhlis Farid dan juga menghubungi babinsa PELDA Firman,” ujarnya.

Perkembangan saat ini, semua elemen dilibatkan untuk melakukan pencarian, Selasa (12/01/2021) dimulai di mana korban pertama diperkirakan hanyut di desa Lembang Lembang sampai sepanjang sungai Mandar titik akhir di muara laut Tinambung. (Syarifuddin Andi)