Makassar – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas). Nurfadilah, mahasiswa Program Studi Statistika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) angkatan 2023, terpilih masuk dalam Top 100 Google Student Ambassador (GSA) Class of 2025 tingkat nasional.
Pengukuhan tersebut berlangsung Jumat, 6 Februari 2026, dalam acara kelulusan GSA yang digelar di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan, Nurfadilah menjadi salah satu dari 100 duta terbaik yang diundang secara luring dari total 800 GSA yang tersebar di 700 universitas di seluruh Indonesia.
Pencapaian ini tergolong eksklusif, mengingat program kepemimpinan tersebut sebelumnya diikuti oleh lebih dari 12.000 pendaftar dari berbagai perguruan tinggi secara nasional.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya yang dinilai melampaui ekspektasi (go above and beyond), Google memberikan dukungan penuh berupa biaya transportasi dan akomodasi untuk menghadiri rangkaian acara kelulusan tersebut.
Selama satu semester masa baktinya, Nurfadilah mengemban peran sebagai pemimpin adopsi teknologi Google AI, khususnya Gemini, di lingkungan kampus.
Ia aktif menjadi On-Campus Event Host sekaligus memimpin komunitas #TeamGoogle untuk memastikan mahasiswa memperoleh informasi terbaru serta berbagai peluang dari Google.
Atas dedikasi dan inisiatifnya dalam menyelenggarakan berbagai pertemuan serta menciptakan konten edukatif, Nurfadilah meraih dua penghargaan sekaligus, yakni predikat Rising Star dan Excellence Award dalam prosesi wisuda GSA tersebut.
Dari sisi capaian kinerja, Nurfadilah memproduksi lebih dari 25 konten edukatif di media sosial terkait pemanfaatan fitur AI Google.
Konten tersebut mencatatkan total lebih dari 90.000 engagement dari publik digital.
Tak hanya aktif di ruang digital, ia juga sukses menyelenggarakan dua kegiatan luring di kampus yang bertujuan mempercepat literasi digital di kalangan sivitas akademika.
Menanggapi pencapaiannya, Nurfadilah mengungkapkan rasa syukur dan bangganya dapat terpilih di tengah persaingan ketat ribuan pendaftar dari seluruh Indonesia.
“Proses seleksi dan berbagai tantangan selama menjadi GSA benar-benar menguji kapasitas diri. Saya bersyukur bisa menyelesaikannya dengan maksimal. Ini adalah kesempatan luar biasa dari Google Indonesia untuk melakukan advokasi AI,” ujar Nurfadilah, Rabu (11/2/2026).
Ia berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal untuk terus berkontribusi dalam memajukan literasi digital di Indonesia.
Program GSA sendiri dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kompetensi teknologi terkini agar mampu menjadi jembatan antara inovasi global dan komunitas lokal.
Keberhasilan Nurfadilah diharapkan dapat memotivasi mahasiswa lainnya, khususnya di Unhas, untuk terus mengeksplorasi potensi kecerdasan buatan dalam menghadapi era transformasi digital. (*)













