Sidrap – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN Unhas) Gelombang 115 Tematik Inovasi Daerah menggelar sosialisasi program Budidaya Ikan dalam Ember (BUDIKDAMBER) di Desa Dongi, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Kegiatan sosialisasi dan praktik BUDIKDAMBER ini dilaksanakan di rumah Kepala Dusun 5 Desa Dongi, Selasa (3/2/2026), dan diikuti oleh sekitar 25 peserta yang terdiri dari kepala dusun serta masyarakat pembudidaya ikan setempat.
Mahasiswa penginisiasi kegiatan, Andi Muhammad Abdillah Pratama, mengatakan program BUDIKDAMBER dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat, edukasi ketahanan pangan, serta peningkatan gizi keluarga.
“Program ini dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan praktik langsung. Peserta yang hadir cukup antusias, termasuk para pembudidaya ikan di Desa Dongi,” ujar Andi Muhammad, Selasa (10/2/2026).
Andi Muhammad yang juga mahasiswa Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Kelautan dan Perikanan Unhas, menjelaskan bahwa BUDIKDAMBER memberikan keterampilan baru kepada masyarakat dalam mengelola budidaya ikan skala rumah tangga yang berpotensi menjadi peluang usaha mikro.
Selain itu, program ini juga mengedukasi masyarakat mengenai ketahanan pangan melalui penerapan teknik aquaponik sederhana, yakni kombinasi budidaya ikan dan tanaman yang mudah diterapkan dan direplikasi oleh siapa saja.
“BUDIKDAMBER juga berkontribusi pada peningkatan gizi keluarga, karena membantu menyediakan asupan protein hewani dan sayuran segar yang terjangkau, sehingga dapat mendukung upaya pencegahan stunting,” jelasnya.
Ia menambahkan, latar belakang pelaksanaan program ini adalah pentingnya penguatan ketahanan pangan skala rumah tangga, khususnya melalui optimalisasi lahan sempit di sekitar rumah.
“Memanfaatkan pekarangan rumah yang terbatas agar tetap produktif, sekaligus efisien dari segi air dan biaya,” ungkapnya.
Secara teknis, BUDIKDAMBER menggunakan ember plastik sebagai media hidup ikan, sementara bagian atas ember dimanfaatkan untuk menanam sayuran. Model budidaya ini dirancang sederhana tanpa memerlukan peralatan yang rumit.
Salah seorang pembudidaya ikan setempat, Muh. Haldy Hidayat, memberikan apresiasi atas kegiatan sosialisasi tersebut.
Ia menilai program BUDIKDAMBER memberikan solusi praktis bagi masyarakat.
“Dengan adanya sosialisasi dari mahasiswa KKN, masyarakat jadi tahu cara memanfaatkan lahan sempit di depan rumah untuk budidaya ikan, dan hasilnya bisa langsung dimanfaatkan untuk konsumsi keluarga,” tutur Muh. Haldy.
Melalui program BUDIKDAMBER ini, diharapkan masyarakat Desa Dongi mampu menciptakan kemandirian pangan dari halaman rumah sendiri, meningkatkan kepedulian terhadap pemanfaatan lahan secara produktif, serta membangun gaya hidup sehat melalui konsumsi pangan mandiri yang bebas pestisida. (*)
Penulis: Andi Muhammad













