Innalillahi Wainailaihi Raji’un Berpulang Kerahmatullah Keadilan dan Ketidakadilan di Wajo

Wajo — Lembaga Investigasi Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Dpc Kabupaten Wajo Mengikuti Proses Pembacaan Putusan dari pengadilan negeri wajo tergugat H.Zakaria pada Rabu 14/06/2023.

Di temui di tempat yang sama Firman Akbar SE selaku kepala Badan Advokasi Penyelamat Aset Negara Dpc Kabupaten Wajo Angkat Bicara. Menurutnya diduga pihak pengadilan negeri wajo dan pihak kepolisian Wajo mengabaikan hak-hak dari H.Zakaria serta dari pihak keamanan tidak melakukan sisi humanis dan tidak memberikan kesempatan ke pihak tergugat H.Zakaria.

Baca juga  Pagelaran Seni Budaya Terbesar di Sulbar Segera Digelar di Anjungan Manakarra

Menurut Firman Beberapa Oknum Kepolisian Berbuat Arogansi memicu keributan, padahal pihak dari keluarga H.Zakaria ingin menyampaikan secara langsung ke pihak panitera pengadilan negeri wajo agar untuk proses kali ini kami melakukan upaya hukum dan masih berlangsung di pengadilan negeri wajo.

Adapun kejanggalan menurut Firman surat himbauan eksekusi dari Pengadilan Negeri Wajo tertanggal 6 Juni 2023, dan baru tiba ditangan tergugat H. Sakaria 13 Juni 2023 kurang lebih pukul 14.00 siang  dan pelaksanaan eksekusi dilangsungkan Rabu 14  Juni 2023 yang  sebaiknya, satu atau  dua hari setelah terbitnya surat tersebut harus tiba ditangan H. Sakaria.

Baca juga  Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Toraja Menyalurkan Bantuan Sosial kepada Korban Kebakaran di Tikala dan Buntupepasan

Artianya pihak pengadilan Tidak  memberikan ruang dan waktu kepada pihak tergugat H. Zakaria untuk melakukan upaya hukum, karena perlawanan putusan eksekusi sudah masuk di Pengadilan  sengkang dan sidang pertama  dilangsung  Rabu 31 Mei 2023 dan Kamis 15 Mei 2023. Malah lebih ironi lagi eksekusi pertama Rabu 31 Mei  2023 bersamaan dengan Sidang  Pengacara pihak tergugat H. Sakaria, pertanyaan nya sekarang bagaimana manajemen  Pengadilan Negeri Wajo.

Baca juga  Ketum LI BAPAN RI Sapa Konstituen Sebelum Bertemu Kapolres Parepare

Ini memberikan dampak buruk kepada hukum di kabupaten wajo, seakan ini sudah disetting sedemikian rupa agar pihak dari H.Zakaria tidak punya kesempatan membela hak atas tanah sawah miliknya.

Lembaga Li Bapan Ri tidak akan pernah gentar, kami akan tetap mengawal proses Hukum ini sampai mendapat keadilan.