Budaya  

Celebes Heritage Festival di Kabupaten Majene, Ini Konten Festivalnya

MAJENE, Celebes Heritage Festival akan digelar di Bumi Assamalewuang Kabupaten Majene Provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Stadion Parasamnya Mandar Majene, perhelatan acara tersebut dimulai dari tanggal 10 Desember 2023 sampai dengan 16 Desember 2023, mengusung tema Satu Sulawesi Satu Indonesia.

Gelaran even tersebut digawangi oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat dan Palai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII Kemendikbudristek RI serta didukung sepenuhnya oleh Pemerintah Kabupaten Majene.
Rencananya akan dibuka langsung Dirjen Kebudayaan, Dr. Hilmar Faried

Pulau Sulawesi adalah pulau terunik di Nusantara. Bukan hanya pada keragaman bentang alamnya, seperti pesisir indah yang berbatasan dengan hutan dan pegunungan, hewan endemik semisal maleo dan anoa, tetapi juga keragaman tradisi dan budayanya.

Baca juga  SD 136 Barru Raih Juara Umum I Putra di Perkemahan Tingkat Kabupaten Barru

Dengan mengusung Tema “Satu Sulawesi Satu Indonesia” Tema ini mengangkat pesan sentral bahwa masyarakat termasuk kearifan lokal kekayaan seni budaya pulau Sulawesi saling bertautan antara satu wilayah baik dalam catatan peninggalan leluhur maupun catatan perjalanan bangsa Astronesia sehingga kekuatan persaudaraan dan sedarah ini akan dikaji dan dikuatkan menjadi satu kekuatan bersama melestarikan dan memajukan kekayaan budaya serta mendukung persatuan dan kesatuan regional pulau sulawesi menjadi bagian dari persatuan dan kesatuan nusantara.

Tema ini sesuai dengan Tujuan Hari Nusantara yaitu peringatan pernyataan Pemerintah RI mengenai wilayah perairan Indonesia sebagai wilayah teritorial yang menyatu dengan wilayah daratan, sehingga semua perairan yang menghubungkan daratan adalah bagian dari Satu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca juga  Apresiasi Baznas Parepare Saat Menerima Zakat Fitrah 469 Personel Polres Parepare, Sesuai Ketentuan Syariat Islam

Dalam gelaran Celebes Heritage Festival akan menampilkan konten festival diantaranya :

  1. Instalasi Pulau Sulawesi, yaitu jalur tracking yang akan menampilkan kekayaan peninggalan arkeologi pada spot-spot wilayah Sulawesi.
  2. Instalasi galian arkeologi – relief, yaitu Instalasi lapisan tanah untuk menggambarkan arkeologi dan relief, proses penggalian dan penemuan benda benda arkeologi, juga ditampilkan relief perahu dan instrumen musik pada Candi Borobudur.
  3. Replika Megalitikum – Neolitikum, yaitu menampilkan replika megalitikum dan Neolitikum pada Lore Lindu, Kalumpang, Majene, Toraja dan Soppeng.
  4. Live Mural, yaitu Proses pertunjukan melukis dan pameran seni rupa oleh para seniman perupa terkait peradaban masyarakat Pulau Sulawesi.
  5. Visual Rumah Adat Sulawesi, yaitu menampilkan visualisasi rumah adat yang ada di Pulau Sulawesi.
  6. Instalasi Pangan, yaitu menampilkan teknologi tradisional pengolahan pangan masyarakat Pulau Sulawesi.
  7. Pra Festival – Pameran UMKM, yaitu pameran bagi para pelaku UMKM wilayah Provinsi Sulawesi Barat untuk menampilkan produk UMKM, Kerajinan dan kuliner andalan dari wilayah masing masing.
  8. Pra Festival Pentas Seni Pekan Kebudayaan Daerah, Yaitu penampilan sanggar seni dan budaya binaan Taman Budaya dan Museum Prov. Sulbar.
  9. Festival Saeyyang Pattu’du, yaitu penampilan parade Saeyyang Pattu’du tingkat umum.
  10. Gala Dinner – Opening Ceremony.
  11. Rembug Budaya
  12. Seminar Internasional
  13. Pentas Seni Budaya
  14. Festival Permainan Rakyat
  15. Closing Ceremony.