Bocah Tewas Tenggelam di Permandian Bahoruru Morowali, Netizen Sesalkan Cara Pertolongan Pertamanya

POINSEMBILAN.COM, Seorang bocah perempuan di perkirakan umurnya sekira 10 tahun, tewas tenggelam di permandian Bahoruru, Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah, Rabu (4/5/2022).

Hal itu diketahui dari unggahan salah seorang warga, bernama Amriani Ainun di media sosial, Rabu (4/5/2022).

Amriani memberi keterangan pada video yang diunggahnya.

“Korban permandian bahoruru lagi ksian, kejadian kemarin.
Catatan buat para ortu tetap awasi ank”kita di mn pun berada apalagi di tmpt”sperti ini,” tulisnya.

Tampak dalam video itu, korban berupaya diselamatkan dengan membalikkan badannya, sambil diguncang- guncang, punggungnya diusap-usap.

Bukan cuma itu, sambil berjalan, korban dicoba diselamatkan, namun tetap tak berhasil. Bocah itu tetap dinyatakan meninggal dunia.

Baca juga  Kecelakaan Maut di Pinrang. Keluarga Sopir, Korban Tewas Minta Kembalikan Dompet Almarhum

Sejumlah netizen menyesalkan cara pertolongan pertama keadaan darurat yang diperlihatkan dalam video itu.

“Anak ini sdh meniggal dn sdh di kubur kmrin..sy satu kmpung dn anak ini,” tulis Siti Ramadhan.

“Harusnya di berikan nafas buatan,” tulis Muh Al Fatih.

“Berapa pentingnya diajarkan penanganan kegawat daruratan pada pasien tenggelam.
Perlu jadi perhatian.
Ditempat wisata wajib ada tim penolong apabila terjadi hal hal yg tidak diinginkan,” tulis Roman Syah.

“Saran buat pengelolah permandian
Tolong petugas penjaga kolam harus ada supaya bisa memantau pengunjung kalau ada yg terjd seperti barusan bisa langsung tertolong..
Dan kalaupun sda ada petugasnya mungkin bisa lebih sigap mengawasi.
Dan untuk penjaga harus dibekali dgn keahlian PPGD atau pertolongan pertama gawat darurat…,” tulis Erick Jo

Baca juga  Hari Kedua Pencarian Nelayan Hilang di Perairan Bababulo Belum Membuahkan Hasil

“Harusnya tiap permandian itu ada penjagaan buat tiap kolam . Biar penjaga kasih tau anak yug kecil jgn mandi di tempat yg dalam,” tulis Adel Kaisyah.

“Prtolongn prtma nya slh tu. Dada ditekan” dan ksih nafs buatan. Klo gtu air yg di paru” gk kluar. sbnr ny bsa di tolong itu klo tngglm ny sblm 5 mnit. Hrus dtgn dgn cpt sma tim penolong.,” tulis Perbaungan.

“Sebenar nya salah kalau digituin, harus dadanya yg di tekan karena air sudah masuk keparu2, dada di tekan perlahan sambil kasih napas buatan,” tulis Mukhlis.

Baca juga  11 Pegawai Kelurahan Banggae Kejutkan Lurah Saupa Asad dengan Nasi Tumpeng

“Sebenarnya kaki Tdk boleh d atas om, krn darahnya itu menampung semua d kepala..harusx dadax yg d tekan2 biar airx kluar,” tulis Mei Lia.

“buat para pemilik wisata apapun itu akan lebih baik jika ada pengawas yg mengerti penanggulangan pertama di saat gawat darurat jangan mikirkan untung doank kalo dah begini kelen juga yg rugi bakalan trauma orang ke temoat wisata itu,” Tulis Bang Banu.

“Disini memang tidak ad yg tau CPR makanya dperlakukan seperti itu… Wajib nya dsini penjaganya d berikan pelatihan penanganan seperti kejadian tesebut,” tulis Go Day. (*)