Daerah  

Seleksi Pimpinan BAZNAS Makassar Dimatangkan, Sekda Dorong Hadirnya Pemimpin Amanah dan Profesional

Rapat pemantapan persiapan seleksi calon pimpinan BAZNAS Kota Makassar, di ruang Sekda Kota Makassar, Senin (20/4/2026). (Foto: Kemenag Makassar/ Ist.)

Makassar – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Makassar menggelar rapat pemantapan persiapan seleksi calon pimpinan BAZNAS Kota Makassar yang berlangsung di ruang Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Senin (20/4/2026).

Rapat ini menjadi bagian penting dalam memastikan proses seleksi berjalan terbuka, objektif, dan menghasilkan figur pemimpin yang amanah serta berintegritas.

Rapat tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad, didampingi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Ahmad Malik Thaha bersama jajaran staf.

Turut hadir Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Muhammad Syarif, serta Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan yang juga Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Sulawesi Selatan H. Muammar Muhammad Bakry.

Baca juga  Sutinah Suhardi Dikukuhkan Sebagai Bunda PAUD Mamuju

Dalam arahannya, Sekda Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda menyampaikan harapan besar agar proses seleksi mampu menghadirkan pimpinan BAZNAS yang membawa perubahan positif dan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di bidang sosial dan pemberdayaan umat.

Menurutnya, kepemimpinan BAZNAS ke depan diharapkan semakin memperkuat peran lembaga dalam membantu masyarakat kurang mampu sesuai delapan golongan (asnaf) penerima zakat, yakni fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan ibnu sabil.

Baca juga  307 Pahlawan Kebersihan di Bone Terima Bingkisan Ramadhan dari Bupati

“Seleksi ini diharapkan membawa angin segar bagi BAZNAS Kota Makassar. Kita ingin melahirkan pemimpin yang amanah, bertanggung jawab, dan mampu memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Makassar H. Muhammad menegaskan pentingnya menjaga integritas dan profesionalisme dalam seluruh tahapan seleksi.

Ia menilai BAZNAS memiliki posisi strategis dalam pengelolaan zakat, sehingga kepemimpinannya harus diisi oleh figur yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki komitmen sosial yang kuat.

“Proses seleksi harus dilakukan secara terbuka dan objektif agar menghasilkan pimpinan yang amanah serta mampu menjawab kebutuhan umat,” tegasnya.

Baca juga  Ketua DPRD Majene Sebut Di Daerah Lain, Staf Khususnya Doktor Hingga Professor

Diketahui, pendaftar calon pimpinan BAZNAS Kota Makassar berasal dari berbagai latar belakang profesi. Tidak hanya praktisi, tetapi juga kalangan akademisi dengan kualifikasi tinggi, termasuk profesor dan doktor (S3).

Tingginya partisipasi ini menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat dalam mendukung penguatan pengelolaan zakat di Kota Makassar.

Seleksi dilakukan secara terbuka dengan peserta yang berdomisili di Makassar. Keterlibatan lintas profesi diharapkan dapat memperkaya perspektif sekaligus meningkatkan kualitas tata kelola zakat yang lebih profesional, transparan, dan berdampak luas bagi masyarakat ke depan.(*)