Serangan AS–Israel Hantam Isfahan Iran Tengah, Trump Desak Sekutu Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka

Kepulan asap terlihat di wilayah Isfahan, Iran bagian tengah, setelah serangan rudal yang dilaporkan menghantam sejumlah lokasi, di tengah konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel, pada Sabtu (14/3/2026). (Foto: Al Jazeera/Reuters/Ist.)

Makassar – Konflik Timur Tengah kembali memanas setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran terus berlanjut dalam beberapa hari terakhir.

Berdasarkan laporan media Internasional Al Jazeera yang dipublikasikan Minggu (15/3/2026), rudal Amerika Serikat dan Israel menghantam sejumlah lokasi di Provinsi Isfahan, Iran bagian tengah.

Serangan yang terjadi pada Sabtu (14/3/2026) itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 15 orang serta menyebabkan kerusakan pada beberapa fasilitas di wilayah tersebut.

Baca juga  Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Catat Rekor CBP 4,7 Juta Ton

Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga mendesak negara-negara sekutu yang bergantung pada pasokan minyak dari kawasan Teluk agar membantu menjaga jalur pelayaran energi dunia tetap terbuka, khususnya di Selat Hormuz.

Dalam laporan yang ditulis jurnalis Adam Hancock, disebutkan bahwa pasukan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) memperingatkan masyarakat di kawasan Teluk agar menjauhi area di sekitar pelabuhan minyak.

Baca juga  Lima Kapal Diserang di Perairan Teluk, Diduga Gunakan Drone Laut dan Ranjau Iran

Peringatan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan akibat serangan terhadap infrastruktur strategis Iran.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan kemungkinan serangan terhadap perusahaan-perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah apabila fasilitas energi Iran menjadi target serangan.

Di sisi lain, serangan juga dilaporkan terjadi di wilayah Israel, ketika Iran dan kelompok sekutunya di Lebanon melancarkan serangan yang menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah tengah Israel.

Baca juga  Calon Pemimpin Baru Iran Segera Diumumkan di Tengah Eskalasi Perang

Pecahan roket bahkan dilaporkan melukai tujuh orang di kota Eilat.

Eskalasi konflik ini menimbulkan kekhawatiran dunia internasional karena berpotensi mengganggu stabilitas kawasan Timur Tengah serta jalur perdagangan energi global yang melintasi kawasan Teluk.

Sumber: Al Jazeera (diterjemahkan dan dirangkum)