MAJENE– Salah seorang peserta Pelatihan Pemberdayaan Perempuan yang digelar beberapa waktu lalu di Hotel Yumari Lingkungan Tulu Kabupaten Majene, Juita, mengembalikan uang transport yang diberikan panitia, Senin (11/9/2023).
Hal ini terjadi karena buntut kue snack yang diberikan kepada Juita terindikasi berjamur alias bulukapiang.
Juita yang juga salah seorang wartawan, hadir di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPP3A) untuk mengembalikan amplop yang merupakan uang transport kepada ketua Lembaga yang melaksanakan pelatihan, yang disaksikan oleh Kadis (DP3A) Pemerintah Kabupaten Majene.
Juita mengaku tersinggung, karena dirinya dibuli akibat mengkritik kue pelatihan yang bulukapiang
“Saya sebagai peserta apa lagi saya berprofesi wartawan, jadi saya menyimpulkan. Saya seakan yang disinggung karna snacknya saya kritik, tapi amplopnya saya ambil,” ungkapnya.
Dalam keadaan sadar dan sehat, Juita mengaku mengembalikan amplop pelatihan yang isinya uang transport Rp 100 ribu. “Karena harga diri lebih mahal dari apapun,” tegas Juita.
Roni selaku panitia pelaksana, menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat kabupaten Majene. Terutama kepada peserta yang hadir, atas terjadinya kasus kue bulukapiang. “Itu bukanlah unsur kesengajaan dari panitia atau pengelola kegiatan, tetapi kurang teliti dan memperhatikan akibat kesibukan dalam mengatur kegiatan, “ucap Roni. (*)














