POINSEMBILAN.COM, Sebuah video viral memperlihatkan seorang pria yang berprofesi sebagai pengganti bola lampu di salah satu pemancar di Amerika Serikat yang tingginya mencapai 500 meter. Dia menuliskan keterangan dalam videonya, sekali ganti bola lampu, dirinya mengaku diupah US$20 ribu atau setara dengan Rp 270 juta.
Namanya Kevin Schmidt. Dia seorang pemanjat menara pemancar TV dengan ketinggian menara di atas 500 meter.
Menara tertinggi yang pernah dia panjat memiliki ketinggian 538 meter ketika dia harus mengganti lampu ‘bulb’ yang dipasang di ujung menara pemancar tersebut.
Pada tahun 2010, Kevin memvideokan aksi memanjatnya itu dan tak disangka video yang dia unggah di youtube ternyata menjadi viral. Sampai hari ini, viewer dari videonya hampir mencapai 10.000.000 viewer!!!
Kala itu Kevin, yang bekerja untuk perusahaan Sioux Fall’s Tower and Communication, harus mengganti lightbulb menara TV dengan ketinggian 1500 kaki atau sekitar 538 meter tanpa menggunakan kabel pengaman.
Dia hanya menggunakan tali yang diikatkan di pinggangnya dan dikaitkan pada menara setiap Kevin naik setiap meternya.
Menurut Kantor Statistik ketenagakerjaan Amerika Serikat, pemanjat menara listrik dan menara komunikasi menerima gaji tahunan sampai US$ 67,000. Tingginya gaji mereka, dikarenakan resiko kecelakaan yang mungkin muncul pada pekerjaan mereka, di samping kualifikasi yang mereka miliki yang minimal adalah sarjana teknik dan berbagai macam pelatihan lain.
Ada lebih dari 10.000 orang yang menggeluti profesi sebagai pemanjat menara dengan ketinggian ekstra.
Dan Departemen Ketenagakerjaan Amerika Serikat mengharapkan pada tahun 2020, pekerja pemanjat menara ini akan berjumlah 12.000 orang.
Bayangkan, bagaimana langkanya orang yang menggeluti pekerjaan sebagai pemanjat menara yang begitu tinggi!!!
The Sioux Fall’s Tower and Communication sendiri mengakui sulitnya menemukan orang yang bersedia memanjat menara-menara mereka. Setiap menara memiliki alat dan lampu yang dipasang di ujungnya dan harus diganti setiap 6 bulan sekali.
Dan Kevin Schmidt dibayar setiap kali dia memanjat menara-menara itu. Bayaran tergantung tingginya menara, dan untuk menara dengan ketinggian 538 meter, Kevin menerima ‘upah’ sebesar US$ 20.000 atau setara dengan Rp 270.000.000.
Pengambilan video dilakukan dengan menggunakan drone yang dilengkapi sebuah kamera GoPro dimana lensa yang digunakan khusus untuk ketinggian diatas 500 meter dari permukaan tanah.
“Saya sudah memanjat ratusan menara selama 8 tahun ini, diberbagai negara bagian yang di Amerika. Tanpa mengenal musim. Kadang saya harus memanjat dengan kecepatan angin di puncak menara mencapai 60 mph.” Kevin menjelaskan.
Bagi orang yang takut ketinggian, seperti saya, bayaran yang diterima oleh Kevin sangat fantastis. Dia tidak perlu stress, tidak harus menjadi sangat pintar dan bersekolah setinggi langit. Namun, nyali yang begitu besar, memang bayarannya selalu mahal.
Saya naik genteng rumah saja, rasanya kepala saya sudah pusing.
Banyak teman-teman Kevin tidak percaya kalau kehidupannya yang mapan dan nyaman karena dia melakukan pekerjaan yang begitu membahayakan keselamatannya.
“Some of my friends can’t believe I do it,” kelakar Kevin.
Tapi setelah video aksi memanjatnya menjadi viral, banyak orang memahami akan kehidupan Kevin dan istrinya, Alla.
“Saya tahu memvideokan selama Kevin Memanjat menara dengan ketinggian yang fantastis pasti akan sangat keren sekali. Di samping saya juga penasaran seperti apa rasanya memanjat menara sebegitu tinggi,” komentar Thorin Todd, Direktur Keamanan dan Pelatihan dari perusahaan Sioux Fall’s Tower and Communication.
“Saya senang Thorin mengambil gambar dari udara. Saya mencintai pekerjaan saya. Ini memberikan kesempatan pada saya untuk melihat dunia dari ketinggian seperti itu dengan mata telanjang dan duduk di alam terbuka.”
I am happy and jealous to him at the same time!!
“Kamu tidak akan bisa mengalahkan indahnya pemandangan yang salah lihat dari atas sana, dan tidak ada perasaan damai yang bisa saya rasakan dari ketika saya duduk sendirian di ketinggian 1500 kaki.”
Sejumlah netizen mengomentari video itu.
@han toro:diindo setinggi apapun tower bayarannya tetap UMR
@user3380719982383:itu kan di luar negri bro ..di indo kaya nya enggak deh
@jhonwalker:indonesia.. palingan 2 jutaan
@muchlis kemayoran:sesuai resiko..hanya yg mempunyai skill yg bisa melakukan nya..
@Tulus Netforce:Gua baru tahu ternyata di LUAR NEGERI upahnya gede, semoga Peng-Upah/Penggaji di Indonesia sesuai dalam meng-Upah pekerjanya
@putra70030:gue aja yang selama ini kerja di tower gak pernah tu di hargai segitu gaji nya,malahan UMR,tapi sesuai mungkin dengan tinggi tower nya,
@Febrian Pratama:@Febrian Pratama: begitu dihargainya pekerjaan di luar negeri… efek curhat dengan pekerjaanku sebgai HV Cable Jointer
@superman_XVI:kabarin bang klo msih ada lowongan kerja nya itu , sya pernah ganti lampu antena rig ketinggian 150mter , tanpa saftbel ,, cuma modal tali tambang. (*)














