Hitungan Detik, Angin Puting Beliung Porak-poranda Desa Tammeroddo Utara

Malunda dan Ulumanda Berpotensi Dilanda Angin Kencang
Ilustrasi angin kencang
Salah satu rumah warga yang tertimpa pohon. (foto : ist)

POINSEMBILAN.COM-MAJENE, Angin puting beliung mengamuk di desa Tammeroddo Utara Kecamatan Tammeroddo Majene Sulawesi Barat, Senin (6/12/2021) malam.

Akibatnya puluhan rumah terbongkar atapnya, dua rumah warga tertimpa pohon dan puluhan pohon kelapa tumbang.

Kepala desa Tammeroddo Utara Mulyadi yang dihubungi, Selasa (7/12/2021) mengatakan, kerusakan paling parah di dusun Lombongan. “Ada dua rumah tertimpa pohon. Pohon kelapa dan sukun, sementara dievakuasi sekarang ini,” ujarnya.

Baca juga  Kepala BNPB Pusat Serahkan Bantuan Rp 1 Miliar Untuk Korban Gempa di Majene

Mulyadi menyebut, angin puting beliung yang terjadi malam tadi waktunya tidak cukup satu menit. “Hitungan detik, sudah dibelakang ini, 18 pohon kelapa tumbang kena angin. Begitu kencangnya itu di sekitar sini,” tandasnya.

Selain menimpa dua rumah warga tertimpa pohon, ada juga beberapa rumah yang terlepas atapnya. “Kami belum hitung, kami konsentrasi di dua rumah ini, hancur atapnya tertimpa pohon,” jelasnya

Baca juga  Nenek Usia 80 Tahun Hidup Seorang Diri di Desa Tammeroddo Utara, Andalkan Makan dari Tetangga

Mulyadi menjelaskan, saat ini, rumah warga yang lepas atapnya, diperbaiki sendiri. “Kita gotong royong sekarang ini. Tadi malam BPBD provinsi hadir disini, untuk kabupaten, saya sudah hubungi juga, tapi belum ada di tempat,” ujarnya.

Selain angin puting beliung, desa Tammeroddo utara juga dilanda banhir. “Yang terparah di desa kami, bsnjir menggenangi rumah akibat sungai lombongan meluap, masuk pemukiman warga,” jelasnya.

Baca juga  ULMWP Diduga Telah Mengadu Domba OAP Melalui Politik di Gereja

Akibat peristiwa itu, kerugian ditaksir ratusan juta.

Bukan cuma itu, di desa Tammeroddo utara juga dihantam ombak besar. “Abrasi pantainya begitu besar hingga puluhan meter, lebih 40 pohon kelapa juga terkikis tumbang akibat abrasi pantai,” tandasnya. (Satriawan)