Daerah  

Akankah Dibangun Jembatan yang Menghubungkan Taeng Gowa dan Malengkeri Makassar?

Sungai Jeneberang dan perahu rakit penyeberangan Desa Taeng menuju Malengkeri. (foto : Erwan)

POINSEMBILAN.COM-GOWA, Wacana pembangunan jembatan yang menghubungkan antara Desa Taeng Gowa dan jalan Daeng Tata Makassar yang dipisahkan sungai Jeneberang, sudah lama terdengar, namun hingga saat ini, belum ada tanda-tanda akan dibangunnya jembatan tersebut.

Saat ini, hanya terdapat dua jembatan yang ada di atas sungai Jeneberang, yakni jembatan kembar dan jembatan Barombong yang jaraknya cukup jauh diantara dua jembatan tersebut.

Salah satu jalan alternatif dari Gowa menuju Makassar dan sebaliknya adalah sungai penyeberangan di desa Taeng menuju jl. Daeng Tata Malengkeri Makassar yang masih menggunakan pincara atau perahu rakit seadanya.

Saat ini, tarif sekali menyeberang sungai tersebut dengan perahu rakit berkisar Rp 2 ribu untuk pejalan kaki dan Rp. 3 ribu untuk pengendara motor.

Baca juga  JPKP Bone Sorot Jalan Berlubang Depan Akses Terminal dan Pasar Palakka
Tampak sejumlah penumpang rakit bersiap menuju Malengkeri dari desa Taeng Gowa. (foto : Erwan)

Salah seorang netizen mengunggah di media sosial. “Tolong bangunkan kami jembatan penghubung Daeng Tata Makassar dan Desa Taeng Gowa,” tulis fb Alif Sanjaya.

Masyarakat yang menggunakan fasilitas penyeberangan sungai tersebut ramai-ramai ikut berkomentar.

“Kalau jembatan dibangun, betapa banyaknya orang2 yang terbantu untuk bisa cepat sampai ketujuan (kerja, cari rejeki) kalau mau liat perbandingnannya kayaknya lebih banyak orang terbantu kalau dibuat jembatan dibanding orang2 yang kasih menyebrang orang.. tabe kalau sy salah. Fikirmki,” tulis fb hiten mutsurugi.

“Kalau jembatan di bangun bagaimana nasibnya itu kapal penyeberangan..itu Tommi kamase tempat penghasilan nya,” tulis Rudjal Rudwar.

“Hiten Mitsurugi Ryu tidak salah sdra, tapi mungkin sebaiknya kita tidak terlalu memikirkan diri kita sendiri, pikirkan nasib mereka juga, nasib keluarga mereka. Tidak salah jembatan di buat untuk membantu orang lain, membantu mereka yang bisa cepat tiba di tempat kerjanya, tapi salah kah kita memikirkan mereka juga yang lebih sulit kehidupannya dari mereka yang sudah punya penghasilan,” lanjut Rudjal Rudwar.

Baca juga  Indisipliner, 9 ASN Pemkab Majene Jalani Sidang Kode Etik

“jgn berhayal mau ada jembatan disitu,bersedekah saja pasti lbh banyk gntinya,krn klo jembatan mau dibngun disitu tdk bklanmi sampai kiamat,” tulis Haeruddin haeruddin.

Akun Fb Hiten Mitsurugi kemudian menulis lagi. “Rudjal Rudwar pak tabe, jujur tidak bisaka ukur pekerjaan/orang2 apa saja nanti yang lewat kalau dibanguni jembatan disitu.. fikiran dasarnya saja pak,, perbandingan orang yang terbantu kalau ada itu jembatan dibanding orang2 yang kasih menyebrang itu jalanan. Kira2 bagaimana perbandingannya,,? toh orang yang nanti lewat di jembatan itu bukan cuman orang2 yang banyak uangnya.. banyak.. mulai dari anak sekolah, orang pekerja dll… kira2 sebandingki??,” tulisnya.

Baca juga  Dua Kecamatan di Pasangkayu jadi Perhatian Serius Inspektorat Sulbar

“Cocok 👍🏻 Sekaligus Mengurai kemacetan dijembatan kembar 👍🏻👍🏻,” tulis Aaron lee.

“Naik perahu dgn motor tegang² asyik,rekreasi tp tantangan jg,sekitar 5 thn lalu saya jg sering lewat jalur ini💪💪💪,” tulis Umar Mallabbang.

Dengan adanya jembatan tersebut, kemacetan di jalan Alauddin Makassar hingga jembatan kembar yang sudah menjadi pemandangan sehari-hari, dapat berkurang. “Bila jembatan Malengkeri – Taeng jadi, maka akan mengurangi kemacetan karena lalu lintas kendaraan akan terbagi,” ujar netizen lainnya. (Erwan)